Tips memilih mainan yang aman untuk anak

Posted February 17, 2010 by mputrakusuma. Filed under Ibu dan anak, Info sehat.

Usia anak-anak adalah usia bermain. Usia dimana rangsangan syaraf motorik dan sensorik hanya untuk bermain dan berinteraksi. Bermain hanya merupakan suatu subjek dan yang menjadi objeknya adalah mainan. Mainan juga dapat berfungsi sebagai stimulant mencerdaskan otak anak.

Rangsangan kepekaan anak yang ditimbulkan dari interaksi anak dengan mainan dapat pula memperkuat responnya terhadap sesuatu objek dan lingkungan.

Tetapi apakah mainan yang kita berikan itu aman untuk anak kita ? berdasarkan pengalaman saya, berikut ini beberapa tips untuk orang tua agar dapat memilih mainan yang aman untuk anak-anaknya :

1. Bentuk

Bentuk dari mainan sekarang sudah sangat beragam. Kebanyakan memang berbentuk binatang dan miniature tokoh kartun. Saran saya hindari memilih mainan yang berbentuk binatang berbahaya atau binatang melata. Kenapa binatang melata ? contohnya ular, ketika anak menemukan ular yang sesungguhnya di halaman rumah ia akan menyangka ini adalah mainannya.

2. Bahan

Bahan mainan untuk anak setidaknya menjadi perhatian dan pertimbangan kita sebagai orang tua. Sebaiknya kita tidak memilih mainan yang berbahan kaca, besi dan berisi cairan. Pengalaman saya lebih baik memilih bahan mainan dari plastik atau Karen.

Perlu juga di perhatikan apakah ada label yang di sertakan pada bagian mainan yang menyebutkan kandungan bahan pembuat mainan tersebut apakah aman atau tidak.

3. Model

Model mainan dewasa ini sudah sangat beragam. Ada yang bersifat pasif dan atraktif. Saran saya tidak memilih mainan yang bersifat berbahaya, misalnya pistol-pistolan dan petasan.

4. Harga

Masalah harga mungkin menjadi pertimbangan saya. Tapi mungkin tidak menjadi pertimbangan anda. Dapat di bayangkan dengan harga mainan diatas 1 juta tetapi rusak dalam waktu 1 hari saja.

Kesimpulan :

Mainan anak sebetulnya sangat penting untuk merangsang perkembangan anak kita disamping makanan yang baik ( cara aman memilih pangan aman di konsumsi ). Tetapi sebaiknya perhatikan ke empat hal diatas dengan tidak lupa menyesuaikan dengan umur si anak. So……..bagaimana dengan pengalaman anda ?

oh ya mau numpang backlink neh di blog silver jewelry bracelets ( blog baru saya neh )

    Mungkin sobat sehat punya pendapat lain ? saya harap dapat berbagi.
Jika artikel ini bermanfaat dan ingin mendapatkan tips-tips sehat paling populer. Silahkan berlangganan gratis dan masukkan alamat email anda, lalu cek email anda dan verifikasi. mudah kan:

Artikel Yang Berhubungan...

  • Mobil Laboratorium Keliling Awasi Jajanan di Sekolah

11 Comments

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bagus banget bro infony, thx ya :)

  2. memang susah mengatasi anak yang terlalu aktif.
    lalu bagaimana cara mengatasi anak yang pembosan dengan mainannya?
    penulis content´s last blog ..JASA PENULIS CONTENT BERPENGALAMANMy ComLuv Profile

  3. Gema says:

    setuju, mainan anak harus disesuaikan dengan umur anak dan yang jelas harus bermanfaat untuk perkembangan anak. Wah anakku lagi seneng2nya maen game di laptop neh, padahal baru 2 tahun umurnya
    Gema´s last blog ..STRESS MANAGEMENT My ComLuv Profile

  4. sandi says:

    maua tanya mas putra, berdasarkan tips di atas, anak saya cowok umur 9 bulan kira2 cocoknya apa ya mas putra…
    sandi´s last blog ..3 JENIS SANKSI UNTUK PEMBUAT DAN PENGEDAR OBAT PALSU My ComLuv Profile

  5. hanif IM says:

    berarti memilih mainan itu mencerdaskan otak kanan ya pak? merangsang daya imaginasi dan kreatifitas. berarti ortunya juga harus paham sekali nih. hehehe

  6. Badruz says:

    ya namanya juga anak mas, kalau minta nggak di turutin..giman arasanya..kasihan. anak saya penyuka mainan…seringnya nggak sampai 1 minggu sudah di rusak, di mandiin, di thopol dsb.

    terima kasih tips nya mas…

    salam.

  7. adiarta says:

    Memang benar, mainan yang diberikan pada anak sebaiknya yang bisa merangsang daya pikir anak. Mainan jangan hanya yang enak dipandang mata, tetapi yang bisa membuat anak berinteraksi secara aktif dgn mainan tersebut, seperti permainan angka, atau mainan yang menghasilkan audio video. Peran orang tua sangat diperlukan.
    adiarta´s last blog ..Kategori Bekerja Menurut Pengalaman Saya My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled